Angkasa Pura didirikan oleh Pemerintah Indonesia pada tahun 1962 dengan nama Perusahaan Negara (PN) Angkasa Pura Kemayoran. Pada tanggal 20 Februari 1964, PN Angkasa Pura Kemayoran secara resmi mengambil alih seluruh aset dan operasional Bandara Kemayoran dari Kementerian Perhubungan dan diberi tanggung jawab mengelola bandara di wilayah tengah dan timur Indonesia.
Di tahun 1984, Pemerintah Indonesia mendirikan Perusahaan Umum (Perum) Bandar Udara Jakarta Cengkareng untuk mengelola Bandara Soekarno-Hatta. Pada tahun 1986, nama perusahaan ini berubah menjadi Perum Angkasa Pura II. Hal ini juga diikuti dengan perubahan nama Perum Angkasa Pura menjadi Perum Angkasa Pura I yang ditugaskan untuk mengelola bandara di kawasan timur Indonesia.
Pada tanggal 6 September 2024, terbentuk PT Angkasa Pura Indonesia melalui penggabungan antara Angkasa Pura I dan Angkasa Pura II di bawah bendera InJourney sebagai solusi strategis untuk meningkatkan konektivitas udara yang efisien dan efektif, sekaligus mendukung ekosistem pariwisata guna mendorong pertumbuhan dan pemerataan ekonomi di Indonesia.
Salah satu bandara yang di Kelola oleh PT Angkasa Pura Indonesia yaitu Bandar Udara Internasional SoekarnoHatta yang berada di area Regional 1 wilayah Tangerang-Banten. Bandara Internasional Soekarno-Hatta adalah bandar udara utama yang melayani penerbangan untuk wilayah Jabodetabek yang mempunyai 3 (tiga) terminal utama dengan kapasitas penumpang yang berbeda-beda pada setiap terminal. Terminal 1 memiliki kapasitas sebesar 36 juta, Terminal 2 memiliki kapasitas sebesar 21 juta, Terminal 3 memiliki kapasitas sebesar 51 juta.
Panjang runway Bandara Internasional Soekarno Hatta yaitu runway 1 dan 2 sepanjang 3.660 meter dan runway 3 sepanjang 3.000 meter. Ketiga runway ini memiliki lebar 60 meter yang menjadikan bandara Soekarno-Hatta merupakan satu-satunya bandara di Indonesia yang memiliki tiga landasan pacu yang menjadi pintu gerbang utama penerbangan internasional di Indonesia.
Bandara ini juga memiliki terminal kargo khusus untuk kargo domestik dan internasional dengan kapasitas kargo Bandara Internasional Soekarno-Hatta mencapai 20.065 ton setiap tahunnya.